WhatsApp Icon
BAZNAS SUKOHARJO BUKA JALAN KEMANDIRIAN melalui PELATIHAN SATPAM GADA PRATAMA

SUKOHARJO — BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi. Kali ini, program diwujudkan melalui Pelatihan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama yang bekerja sama dengan BUJP PT Surya Artha Wiguna.

Pelatihan resmi dibuka pada 1 September 2026 dan akan berlangsung selama 10 hari, hingga 10 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, dengan diikuti sebanyak 80 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dari proses pendaftaran, tercatat sebanyak 93 calon peserta mendaftarkan diri. Setelah melalui tahapan seleksi dan verifikasi berdasarkan persyaratan serta kriteria yang telah ditetapkan, sebanyak 80 peserta dinyatakan memenuhi ketentuan untuk mengikuti pelatihan.

Proses seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kesiapan serta memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dalam profesi satuan pengamanan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi juga menekankan aspek kualitas, kedisiplinan, kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Program Pelatihan Satpam Gada Pratama ini mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp264.000.000, dengan biaya pelatihan sebesar Rp3.300.000 untuk setiap peserta.

Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan zakat untuk program pemberdayaan yang memiliki dampak jangka panjang. Melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi, para peserta diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

Di hadapan Plt. Bupati Sukoharjo, program ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Pelatihan Gada Pratama diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk memperoleh kompetensi profesional sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di bidang satuan pengamanan.

Komitmen program ini tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Para alumni akan mendapatkan pendampingan dan bantuan dalam upaya penyaluran kerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga satuan pengamanan di wilayah Jakarta, Solo Raya, dan sekitarnya.

Dengan skema tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan dan sertifikat, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap kesempatan kerja yang nyata.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, hal tersebut merupakan bagian penting dari konsep pemberdayaan melalui zakat. Zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membuka jalan menuju kemandirian.

Mustahik didorong untuk tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima bantuan. Melalui program pemberdayaan, mereka diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Pelatihan Satpam Gada Pratama menjadi salah satu contoh bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Bantuan yang diberikan diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dari 93 orang yang mendaftar, sebanyak 80 peserta akhirnya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan. Mereka kini tidak hanya membawa harapan untuk mendapatkan kompetensi dan sertifikasi, tetapi juga harapan untuk memperoleh pekerjaan serta masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya, keberhasilan program zakat bukan hanya diukur dari berapa besar dana yang telah disalurkan, tetapi juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil diberdayakan dan berapa banyak masyarakat yang mampu tumbuh menuju kemandirian.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Dari Zakat Menuju Kemandirian, Dari Pelatihan Menuju Kesempatan.

01/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
ZAKAT dan INFAK MENGALIR MENJADI AIR, MENJADI HARAPAN bagi MASYARAKAT TERDAMPAK KEKERINGAN

SUKOHARJO, Senin, 24 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan kembali diwujudkan secara nyata melalui penyaluran bantuan air bersih di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersinergi dengan BPBD Kabupaten Sukoharjo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter sekaligus dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru.

Musim kemarau yang berlangsung menyebabkan debit air pada sumur-sumur warga menurun, bahkan di sejumlah lokasi mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada kegiatan kali ini terdapat lima titik penanganan, terdiri atas empat titik penyerahan bantuan toren air dan satu titik peninjauan pembangunan sumur bor.

Titik pertama berada di Tunggul RT 01 RW 09, Desa/Kecamatan Weru, berupa penyerahan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter.

Sementara itu, tiga titik lainnya berada di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, yaitu:

  • Kepuh Pencil RT 03 RW 04, bantuan toren air 5.500 liter;
  • Kepuh RT 01 RW 03, bantuan toren air 5.500 liter;
  • Sumberagung RT 03 RW 01, bantuan toren air 5.500 liter.

Adapun di Sumberagung RT 02 RW 01, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Program penanganan kekeringan ini diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 1.500 mustahik dan penerima manfaat.

Bagi masyarakat yang sumurnya mulai mengering, keberadaan toren berkapasitas besar menjadi sarana penting untuk menjaga ketersediaan air bersih. Sementara pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, termasuk Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Sukoharjo Sofwan Faizal Sifyan, serta camat, kepala desa, dan masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dampak kekeringan. BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo bersama BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat berupaya memastikan penanganan kekeringan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mengarah pada solusi yang berkelanjutan.

Komandan BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faizal Sifyan, menyampaikan apresiasi kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo.

“Terima kasih kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Hari ini amanah itu hadir menjadi air yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Toren ini untuk menjawab kebutuhan hari ini, sementara sumur bor kita ikhtiarkan untuk menjawab kebutuhan hari esok. Semoga bantuan ini meringankan beban warga dan menjadi manfaat yang terus mengalir.”

Penyaluran bantuan air bersih ini menunjukkan bahwa zakat dan infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi diwujudkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepercayaan para Muzakki dan Munfik menjadi kekuatan dalam menghadirkan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kondisi kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menyangkut kesehatan, keberlangsungan aktivitas, dan kehidupan masyarakat.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya mengelola dan menyalurkan zakat serta infak agar memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari Muzakki dan Munfik, amanah mengalir.
Dari BAZNAS, manfaat disalurkan.
Dari sinergi, solusi diwujudkan.
Dan di tengah kekeringan, air menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih terus mengalir.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Zakat dan Infak, Nyata Manfaatnya bagi Masyarakat.

24/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH PASCAKEBARAKAN di KECAMATAN KARTASURA

Sukoharjo, 18 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan untuk pemulihan rumah tidak layak huni (RTLH) pascakebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Kartasura.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua warga terdampak, yaitu Bapak Sutiman dan Bapak Sartono, yang beralamat di Gunung RT 01 RW 12, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp40.000.000.

Pentasyarufan bantuan dilakukan oleh Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Camat Kartasura, didampingi aparat pemerintahan serta tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penerima sekaligus membantu proses perbaikan dan pemulihan tempat tinggal setelah musibah kebakaran.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama pemerintah dan masyarakat dalam membantu warga yang mengalami musibah. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, aparat, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui bantuan ini, Bapak Sutiman dan Bapak Sartono diharapkan dapat segera memperbaiki kembali tempat tinggal mereka sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman pascakebakaran.

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN Rp433,3 Juta kepada 200 MUSTAHIK MELALUI EMPAT PROGRAM

SUKOHARJO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan zakat dan bantuan kepada 200 mustahik dari seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten Sukoharjo, Rabu (12/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, para camat, pimpinan OPD terkait, serta para penerima manfaat.

Penyaluran ini merupakan wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfiq dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mustahik, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi.

Berdasarkan rekap penyaluran BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tanggal 12 Agustus 2026, total dana yang disalurkan mencapai Rp433.300.000 kepada 200 mustahik melalui empat program utama.

Rinciannya sebagai berikut:

Program Jumlah Mustahik Nominal

Sukoharjo Cerdas 17 orang Rp46.700.000

Sukoharjo Peduli 15 orang Rp38.500.000

Sukoharjo Sehat 17 orang Rp39.500.000

Sukoharjo Makmur 151 orang Rp308.600.000

Total 200 orang Rp433.300.000

Program Sukoharjo Makmur menjadi program dengan jumlah penerima dan nilai penyaluran terbesar, yakni 151 mustahik dengan total Rp308,6 juta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi dan mendorong kemandirian mustahik.

Sementara itu, program Sukoharjo Cerdas diarahkan untuk membantu kebutuhan di bidang pendidikan, Sukoharjo Sehat untuk mendukung kebutuhan kesehatan, sedangkan Sukoharjo Peduli diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam kondisi sosial tertentu.

Melalui empat program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima.

Penyaluran zakat kepada 200 mustahik menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian dan ketahanan sosial masyarakat. Ketika dikelola secara profesional, zakat dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang memiliki hak untuk menerima.

Bagi mustahik, bantuan yang diterima dapat memiliki arti yang berbeda-beda. Dukungan pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah, bantuan kesehatan dapat meringankan beban pengobatan, bantuan sosial dapat memenuhi kebutuhan dasar, sementara bantuan pemberdayaan ekonomi dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus mendorong agar pengelolaan zakat tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan sehingga mustahik memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas kehidupannya.

Harapan jangka panjangnya adalah semakin banyak mustahik yang mampu keluar dari kondisi keterbatasan dan pada akhirnya dapat menjadi muzaki.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk dikelola melalui BAZNAS.

Kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Dana yang dihimpun secara bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola secara terencana, transparan, dan tepat sasaran.

Dukungan dari masyarakat, khususnya para ASN dan warga Muslim Kabupaten Sukoharjo, turut memperkuat peran zakat sebagai salah satu instrumen sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran jajaran BAZNAS, para camat, serta pimpinan OPD terkait dalam kegiatan penyaluran juga mencerminkan pentingnya sinergi dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

BAZNAS menjalankan amanah untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada mustahik. Di sisi lain, sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, manfaat zakat diharapkan dapat semakin luas dan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Penyaluran Rp433,3 juta kepada 200 mustahik menjadi pengingat bahwa setiap dana zakat yang dititipkan masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen menjaga proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, ketepatan sasaran, serta kebermanfaatan.

Lebih dari sekadar angka dalam laporan penyaluran, setiap dana yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata: membantu pendidikan, meringankan beban kesehatan, memenuhi kebutuhan sosial, sekaligus membuka peluang bagi mustahik untuk menjadi lebih mandiri.

Melalui zakat yang dikelola dengan baik, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya menghadirkan manfaat dari muzaki untuk mustahik, dari kepedulian menjadi keberdayaan, dan dari zakat untuk mewujudkan Sukoharjo yang semakin cerdas, peduli, sehat, dan makmur.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Menunaikan Amanah, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.

12/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO LAKUKAN MONITORING dan EVALUASI BANTUAN RTLH di KECAMATAN TAWANGSARI

Sukoharjo, 12 Agustus 2026 — BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga desa di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sukoharjo memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat telah disalurkan secara tepat sasaran dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

Dalam kegiatan monev tersebut, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melakukan peninjauan langsung ke rumah penerima manfaat. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh Kasi Sosial Kecamatan Tawangsari dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi rumah penerima manfaat, perkembangan pembangunan atau perbaikan rumah, pemanfaatan dana bantuan, serta kontribusi swadaya dari penerima manfaat dan keluarganya.

Berdasarkan data penyaluran yang menjadi objek monitoring, terdapat tiga penerima manfaat program RTLH dengan total bantuan sebesar Rp60 juta. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.

Penerima pertama adalah Wahyono, warga Ngaren Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari. Bantuan RTLH sebesar Rp20 juta disalurkan pada 20 Juni 2025.

Penerima kedua adalah Sutarno, warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Bantuan sebesar Rp20 juta disalurkan pada 5 September 2025.

Sementara itu, penerima manfaat ketiga adalah Sri Suparni, warga Cemetuk Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari. Bantuan sebesar Rp20 juta disalurkan pada 28 Januari 2026.

Monev dilakukan untuk memastikan bantuan RTLH telah dimanfaatkan sesuai peruntukan dan menghasilkan perbaikan hunian yang nyata. Peninjauan mencakup kondisi fisik rumah, progres pembangunan, pemanfaatan material, serta kontribusi swadaya penerima manfaat dan keluarga, baik berupa dana, material maupun tenaga. Melalui kunjungan langsung, BAZNAS dapat melihat capaian program sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hunian mustahik.

Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

Monev RTLH merupakan bagian dari pengawasan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo untuk memastikan bantuan zakat tepat sasaran, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata. Peninjauan langsung dilakukan untuk melihat kondisi rumah, perkembangan perbaikan, serta pemanfaatan bantuan oleh mustahik.

Didampingi Kasi Sosial Kecamatan Tawangsari dan UPZ desa, BAZNAS memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi penerima dan capaian program di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan amanah muzakki benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya.

Wujud Akuntabilitas Zakat

Bantuan RTLH bukan sekadar penyaluran dana, tetapi upaya meningkatkan kualitas hunian dan kehidupan mustahik. Karena itu, tanggung jawab BAZNAS tidak berhenti saat bantuan disalurkan, tetapi berlanjut melalui monitoring dan evaluasi.

Monev di Pundungrejo, Dalangan, dan Lorog menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam menjaga amanah, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan dan manfaat bagi penerima.

12/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo

Berita Terbaru

BAZNAS SUKOHARJO BUKA JALAN KEMANDIRIAN melalui PELATIHAN SATPAM GADA PRATAMA
BAZNAS SUKOHARJO BUKA JALAN KEMANDIRIAN melalui PELATIHAN SATPAM GADA PRATAMA
SUKOHARJO — BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi. Kali ini, program diwujudkan melalui Pelatihan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama yang bekerja sama dengan BUJP PT Surya Artha Wiguna. Pelatihan resmi dibuka pada 1 September 2026 dan akan berlangsung selama 10 hari, hingga 10 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, dengan diikuti sebanyak 80 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dari proses pendaftaran, tercatat sebanyak 93 calon peserta mendaftarkan diri. Setelah melalui tahapan seleksi dan verifikasi berdasarkan persyaratan serta kriteria yang telah ditetapkan, sebanyak 80 peserta dinyatakan memenuhi ketentuan untuk mengikuti pelatihan. Proses seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kesiapan serta memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dalam profesi satuan pengamanan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi juga menekankan aspek kualitas, kedisiplinan, kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Program Pelatihan Satpam Gada Pratama ini mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp264.000.000, dengan biaya pelatihan sebesar Rp3.300.000 untuk setiap peserta. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan zakat untuk program pemberdayaan yang memiliki dampak jangka panjang. Melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi, para peserta diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Di hadapan Plt. Bupati Sukoharjo, program ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Pelatihan Gada Pratama diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk memperoleh kompetensi profesional sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di bidang satuan pengamanan. Komitmen program ini tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Para alumni akan mendapatkan pendampingan dan bantuan dalam upaya penyaluran kerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga satuan pengamanan di wilayah Jakarta, Solo Raya, dan sekitarnya. Dengan skema tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan dan sertifikat, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap kesempatan kerja yang nyata. Bagi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, hal tersebut merupakan bagian penting dari konsep pemberdayaan melalui zakat. Zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membuka jalan menuju kemandirian. Mustahik didorong untuk tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima bantuan. Melalui program pemberdayaan, mereka diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga. Pelatihan Satpam Gada Pratama menjadi salah satu contoh bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Bantuan yang diberikan diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dari 93 orang yang mendaftar, sebanyak 80 peserta akhirnya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan. Mereka kini tidak hanya membawa harapan untuk mendapatkan kompetensi dan sertifikasi, tetapi juga harapan untuk memperoleh pekerjaan serta masa depan yang lebih baik. Pada akhirnya, keberhasilan program zakat bukan hanya diukur dari berapa besar dana yang telah disalurkan, tetapi juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil diberdayakan dan berapa banyak masyarakat yang mampu tumbuh menuju kemandirian. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Dari Zakat Menuju Kemandirian, Dari Pelatihan Menuju Kesempatan.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
ZAKAT dan INFAK MENGALIR MENJADI AIR, MENJADI HARAPAN bagi MASYARAKAT TERDAMPAK KEKERINGAN
ZAKAT dan INFAK MENGALIR MENJADI AIR, MENJADI HARAPAN bagi MASYARAKAT TERDAMPAK KEKERINGAN
SUKOHARJO, Senin, 24 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan kembali diwujudkan secara nyata melalui penyaluran bantuan air bersih di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersinergi dengan BPBD Kabupaten Sukoharjo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga. Dalam kegiatan tersebut, diserahkan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter sekaligus dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru. Musim kemarau yang berlangsung menyebabkan debit air pada sumur-sumur warga menurun, bahkan di sejumlah lokasi mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada kegiatan kali ini terdapat lima titik penanganan, terdiri atas empat titik penyerahan bantuan toren air dan satu titik peninjauan pembangunan sumur bor. Titik pertama berada di Tunggul RT 01 RW 09, Desa/Kecamatan Weru, berupa penyerahan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter. Sementara itu, tiga titik lainnya berada di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, yaitu: Kepuh Pencil RT 03 RW 04, bantuan toren air 5.500 liter; Kepuh RT 01 RW 03, bantuan toren air 5.500 liter; Sumberagung RT 03 RW 01, bantuan toren air 5.500 liter. Adapun di Sumberagung RT 02 RW 01, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Program penanganan kekeringan ini diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 1.500 mustahik dan penerima manfaat. Bagi masyarakat yang sumurnya mulai mengering, keberadaan toren berkapasitas besar menjadi sarana penting untuk menjaga ketersediaan air bersih. Sementara pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, termasuk Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Sukoharjo Sofwan Faizal Sifyan, serta camat, kepala desa, dan masyarakat penerima manfaat. Kegiatan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dampak kekeringan. BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo bersama BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat berupaya memastikan penanganan kekeringan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mengarah pada solusi yang berkelanjutan. Komandan BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faizal Sifyan, menyampaikan apresiasi kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. “Terima kasih kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Hari ini amanah itu hadir menjadi air yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Toren ini untuk menjawab kebutuhan hari ini, sementara sumur bor kita ikhtiarkan untuk menjawab kebutuhan hari esok. Semoga bantuan ini meringankan beban warga dan menjadi manfaat yang terus mengalir.” Penyaluran bantuan air bersih ini menunjukkan bahwa zakat dan infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi diwujudkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepercayaan para Muzakki dan Munfik menjadi kekuatan dalam menghadirkan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kondisi kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menyangkut kesehatan, keberlangsungan aktivitas, dan kehidupan masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya mengelola dan menyalurkan zakat serta infak agar memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dari Muzakki dan Munfik, amanah mengalir. Dari BAZNAS, manfaat disalurkan. Dari sinergi, solusi diwujudkan. Dan di tengah kekeringan, air menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih terus mengalir. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Zakat dan Infak, Nyata Manfaatnya bagi Masyarakat.
BERITA24/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH PASCAKEBARAKAN di KECAMATAN KARTASURA
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH PASCAKEBARAKAN di KECAMATAN KARTASURA
Sukoharjo, 18 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan untuk pemulihan rumah tidak layak huni (RTLH) pascakebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Kartasura. Bantuan tersebut diberikan kepada dua warga terdampak, yaitu Bapak Sutiman dan Bapak Sartono, yang beralamat di Gunung RT 01 RW 12, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp40.000.000. Pentasyarufan bantuan dilakukan oleh Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Camat Kartasura, didampingi aparat pemerintahan serta tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penerima sekaligus membantu proses perbaikan dan pemulihan tempat tinggal setelah musibah kebakaran. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama pemerintah dan masyarakat dalam membantu warga yang mengalami musibah. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, aparat, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui bantuan ini, Bapak Sutiman dan Bapak Sartono diharapkan dapat segera memperbaiki kembali tempat tinggal mereka sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman pascakebakaran.
BERITA18/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN Rp433,3 Juta kepada 200 MUSTAHIK MELALUI EMPAT PROGRAM
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN Rp433,3 Juta kepada 200 MUSTAHIK MELALUI EMPAT PROGRAM
SUKOHARJO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan zakat dan bantuan kepada 200 mustahik dari seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten Sukoharjo, Rabu (12/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, para camat, pimpinan OPD terkait, serta para penerima manfaat. Penyaluran ini merupakan wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfiq dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mustahik, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi. Berdasarkan rekap penyaluran BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tanggal 12 Agustus 2026, total dana yang disalurkan mencapai Rp433.300.000 kepada 200 mustahik melalui empat program utama. Rinciannya sebagai berikut: Program Jumlah Mustahik Nominal Sukoharjo Cerdas 17 orang Rp46.700.000 Sukoharjo Peduli 15 orang Rp38.500.000 Sukoharjo Sehat 17 orang Rp39.500.000 Sukoharjo Makmur 151 orang Rp308.600.000 Total 200 orang Rp433.300.000 Program Sukoharjo Makmur menjadi program dengan jumlah penerima dan nilai penyaluran terbesar, yakni 151 mustahik dengan total Rp308,6 juta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi dan mendorong kemandirian mustahik. Sementara itu, program Sukoharjo Cerdas diarahkan untuk membantu kebutuhan di bidang pendidikan, Sukoharjo Sehat untuk mendukung kebutuhan kesehatan, sedangkan Sukoharjo Peduli diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam kondisi sosial tertentu. Melalui empat program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima. Penyaluran zakat kepada 200 mustahik menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian dan ketahanan sosial masyarakat. Ketika dikelola secara profesional, zakat dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang memiliki hak untuk menerima. Bagi mustahik, bantuan yang diterima dapat memiliki arti yang berbeda-beda. Dukungan pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah, bantuan kesehatan dapat meringankan beban pengobatan, bantuan sosial dapat memenuhi kebutuhan dasar, sementara bantuan pemberdayaan ekonomi dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus mendorong agar pengelolaan zakat tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan sehingga mustahik memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas kehidupannya. Harapan jangka panjangnya adalah semakin banyak mustahik yang mampu keluar dari kondisi keterbatasan dan pada akhirnya dapat menjadi muzaki. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk dikelola melalui BAZNAS. Kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Dana yang dihimpun secara bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola secara terencana, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan dari masyarakat, khususnya para ASN dan warga Muslim Kabupaten Sukoharjo, turut memperkuat peran zakat sebagai salah satu instrumen sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran jajaran BAZNAS, para camat, serta pimpinan OPD terkait dalam kegiatan penyaluran juga mencerminkan pentingnya sinergi dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat. BAZNAS menjalankan amanah untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada mustahik. Di sisi lain, sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, manfaat zakat diharapkan dapat semakin luas dan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Penyaluran Rp433,3 juta kepada 200 mustahik menjadi pengingat bahwa setiap dana zakat yang dititipkan masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen menjaga proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, ketepatan sasaran, serta kebermanfaatan. Lebih dari sekadar angka dalam laporan penyaluran, setiap dana yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata: membantu pendidikan, meringankan beban kesehatan, memenuhi kebutuhan sosial, sekaligus membuka peluang bagi mustahik untuk menjadi lebih mandiri. Melalui zakat yang dikelola dengan baik, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya menghadirkan manfaat dari muzaki untuk mustahik, dari kepedulian menjadi keberdayaan, dan dari zakat untuk mewujudkan Sukoharjo yang semakin cerdas, peduli, sehat, dan makmur. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Menunaikan Amanah, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO LAKUKAN MONITORING dan EVALUASI BANTUAN RTLH di KECAMATAN TAWANGSARI
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO LAKUKAN MONITORING dan EVALUASI BANTUAN RTLH di KECAMATAN TAWANGSARI
Sukoharjo, 12 Agustus 2026 — BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga desa di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sukoharjo memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat telah disalurkan secara tepat sasaran dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Dalam kegiatan monev tersebut, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melakukan peninjauan langsung ke rumah penerima manfaat. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh Kasi Sosial Kecamatan Tawangsari dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi rumah penerima manfaat, perkembangan pembangunan atau perbaikan rumah, pemanfaatan dana bantuan, serta kontribusi swadaya dari penerima manfaat dan keluarganya. Berdasarkan data penyaluran yang menjadi objek monitoring, terdapat tiga penerima manfaat program RTLH dengan total bantuan sebesar Rp60 juta. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Penerima pertama adalah Wahyono, warga Ngaren Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari. Bantuan RTLH sebesar Rp20 juta disalurkan pada 20 Juni 2025. Penerima kedua adalah Sutarno, warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Bantuan sebesar Rp20 juta disalurkan pada 5 September 2025. Sementara itu, penerima manfaat ketiga adalah Sri Suparni, warga Cemetuk Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari. Bantuan sebesar Rp20 juta disalurkan pada 28 Januari 2026. Monev dilakukan untuk memastikan bantuan RTLH telah dimanfaatkan sesuai peruntukan dan menghasilkan perbaikan hunian yang nyata. Peninjauan mencakup kondisi fisik rumah, progres pembangunan, pemanfaatan material, serta kontribusi swadaya penerima manfaat dan keluarga, baik berupa dana, material maupun tenaga. Melalui kunjungan langsung, BAZNAS dapat melihat capaian program sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hunian mustahik. Memastikan Bantuan Tepat Sasaran Monev RTLH merupakan bagian dari pengawasan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo untuk memastikan bantuan zakat tepat sasaran, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata. Peninjauan langsung dilakukan untuk melihat kondisi rumah, perkembangan perbaikan, serta pemanfaatan bantuan oleh mustahik. Didampingi Kasi Sosial Kecamatan Tawangsari dan UPZ desa, BAZNAS memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi penerima dan capaian program di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan amanah muzakki benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya. Wujud Akuntabilitas Zakat Bantuan RTLH bukan sekadar penyaluran dana, tetapi upaya meningkatkan kualitas hunian dan kehidupan mustahik. Karena itu, tanggung jawab BAZNAS tidak berhenti saat bantuan disalurkan, tetapi berlanjut melalui monitoring dan evaluasi. Monev di Pundungrejo, Dalangan, dan Lorog menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam menjaga amanah, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Setiap bantuan diharapkan tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan dan manfaat bagi penerima.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO MONITORING BANTUAN RTLH di KECAMATAN WERU
BAZNAS SUKOHARJO MONITORING BANTUAN RTLH di KECAMATAN WERU
SUKOHARJO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penyaluran dan pemanfaatan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta renovasi rumah di wilayah Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh empat pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, bersama Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Weru dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa dari masing-masing wilayah penerima bantuan. Monev dilakukan untuk memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat tersebut telah diterima oleh mustahik yang berhak serta dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat. Berdasarkan daftar penerima bantuan, program RTLH dan renovasi rumah tersebut menyasar warga di Desa Karanganyar, Krajan, Karakan, Weru, dan Tegalsari. Total bantuan yang tercatat dalam program tersebut mencapai Rp431.000.000. Dalam pelaksanaan monitoring, BAZNAS tidak hanya melihat hasil pembangunan atau renovasi secara fisik, tetapi juga mengevaluasi manfaat yang dirasakan oleh keluarga penerima. Bantuan diharapkan mampu menghadirkan hunian yang lebih aman, sehat, nyaman, dan layak sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan mustahik. Keterlibatan pemerintah kecamatan dan UPZ desa turut memperkuat pengawasan di lapangan. Sinergi tersebut memungkinkan proses penyaluran dan pemanfaatan bantuan dipantau secara lebih dekat serta menjadi sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan atau kendala yang masih dihadapi penerima bantuan. Bagi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab kelembagaan dalam menjaga amanah para muzaki. Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat harus dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh mereka yang berhak. Program RTLH dan renovasi rumah juga diharapkan tidak berhenti pada perbaikan kondisi bangunan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan rasa aman, kenyamanan, dan martabat keluarga mustahik. Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari Kecamatan Weru, pengelolaan zakat kembali menunjukkan bahwa amanah muzaki memiliki nilai yang semakin berarti ketika disalurkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan para mustahik.
BERITA11/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO SERAHKAN BANTUAN TANDON AIR 5.000 LITER kepada WARGA WERU
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO SERAHKAN BANTUAN TANDON AIR 5.000 LITER kepada WARGA WERU
Sukoharjo, 7 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Plt. Bupati Sukoharjo, Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., menyerahkan secara langsung bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter kepada warga Dukuh Tunggul RT 04/RW 09, Desa/Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Bantuan tersebut memiliki nilai sebesar Rp10.700.000. Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di lokasi penerima bantuan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terhadap kebutuhan masyarakat. Bantuan tandon air ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga untuk mendukung ketersediaan air dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga. Dengan adanya bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter ini, diharapkan kebutuhan air bagi masyarakat Dukuh Tunggul dapat lebih terpenuhi dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Semoga bantuan tersebut dapat memberikan kebermanfaatan bagi warga serta menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat dan mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH SENILAI RP171 JUTA di KECAMATAN WERU
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH SENILAI RP171 JUTA di KECAMATAN WERU
Sukoharjo, 7 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Bantuan tersebut menyasar penerima manfaat di tiga desa, yaitu Desa Weru, Desa Karakan, dan Desa Tegalsari. Total bantuan yang disalurkan dalam program RTLH ini mencapai Rp171 juta. Bantuan diberikan secara langsung di lokasi rumah masing-masing penerima manfaat di ketiga desa tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Bapak Eko Sapto Purnomo, SE, bersama jajaran BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Program bantuan RTLH ini diharapkan dapat membantu masyarakat penerima manfaat memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Selain membantu dari sisi perbaikan rumah, program ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, SE menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima. “Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima, sehingga rumah yang ditempati menjadi lebih layak, aman, dan nyaman. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan BAZNAS dapat terus berjalan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.” Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Drs. H. Sardiyono, MM, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan RTLH merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban masyarakat penerima. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. ZIS yang ditunaikan para muzaki menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.” Penyaluran bantuan RTLH di Kecamatan Weru ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, dan para muzaki dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada masyarakat. Melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya memastikan amanah para muzaki dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan, sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN SOSIAL SENILAI Rp210 JUTA kepada MUSTAHIK di KECAMATAN KARTASURA, GATAK, dan BAKI
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN SOSIAL SENILAI Rp210 JUTA kepada MUSTAHIK di KECAMATAN KARTASURA, GATAK, dan BAKI
Sukoharjo, 4 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali melaksanakan pentasyarufan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Kartasura, Kecamatan Gatak, dan Kecamatan Baki pada Selasa (4/8). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi para mustahik. Penyaluran bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama para camat serta perangkat desa setempat kepada para penerima manfaat di masing-masing kecamatan. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp210.000.000, yang terdiri atas bantuan di tiga kecamatan, yaitu Kartasura sebesar Rp76.500.000, Gatak sebesar Rp81.500.000, dan Baki sebesar Rp52.000.000. Rincian Bantuan Kecamatan Kartasura (Rp76.500.000) Perbaikan Atap Program Peduli sebanyak 1 penerima sebesar Rp15.000.000. Bantuan RTLH Program Peduli sebanyak 4 penerima, masing-masing sebesar Rp15.000.000, dengan total Rp60.000.000. Bantuan Biaya Hidup Program Peduli sebanyak 1 penerima sebesar Rp1.500.000. Rincian Bantuan Kecamatan Gatak (Rp81.500.000) Bantuan RTLH Program Peduli sebanyak 4 penerima, dengan rincian: 1 penerima sebesar Rp15.000.000. 2 penerima masing-masing sebesar Rp20.000.000. 1 penerima sebesar Rp10.000.000. Renovasi Rumah Program Peduli sebanyak 1 penerima sebesar Rp5.000.000. Bantuan Biaya Hidup Program Peduli sebanyak 4 penerima, dengan rincian: 3 penerima masing-masing sebesar Rp2.000.000. 1 penerima sebesar Rp3.500.000. Bantuan Biaya Pengobatan Program Sehat sebanyak 1 penerima sebesar Rp2.000.000. Rincian Bantuan Kecamatan Baki (Rp52.000.000) Bantuan RTLH Program Peduli sebanyak 3 penerima, dengan rincian: 1 penerima sebesar Rp15.000.000. 1 penerima sebesar Rp12.000.000. 1 penerima sebesar Rp10.000.000. Renovasi Rumah Program Peduli sebanyak 1 penerima sebesar Rp5.000.000. Bantuan Biaya Hidup Program Peduli sebanyak 3 penerima, dengan rincian: 1 penerima sebesar Rp3.000.000. 1 penerima sebesar Rp2.000.000. 1 penerima sebesar Rp1.500.000. Bantuan Biaya Pengobatan Program Sehat sebanyak 2 penerima, dengan rincian: 1 penerima sebesar Rp1.500.000. 1 penerima sebesar Rp2.000.000. Melalui program pendistribusian ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kualitas tempat tinggal, mendukung biaya pengobatan, serta meringankan beban ekonomi para mustahik. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo akan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, transparan, dan tepat sasaran. "Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi keberkahan bagi para penerima manfaat dan menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo."
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN SENILAI Rp14,5 JUTA KEPADA 9 MUSTAHIK di KECAMATAN BENDOSARI
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN SENILAI Rp14,5 JUTA KEPADA 9 MUSTAHIK di KECAMATAN BENDOSARI
Sukoharjo – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Plt. Bupati Sukoharjo, Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., melaksanakan pentasyarufan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Bendosari pada Kamis, 30 Juli 2026. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing penerima manfaat (mustahik) sebagai bentuk kepedulian dan untuk memastikan bantuan diterima dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan. Pada kegiatan tersebut, bantuan dengan total nilai Rp14.500.000 disalurkan kepada 9 penerima manfaat (mustahik). Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima sekaligus meringankan beban ekonomi yang dihadapi. Pentasyarufan bantuan ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran. Dengan menyerahkan bantuan secara langsung ke rumah para mustahik, diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat serta memastikan bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berkomitmen mengelola dan mendistribusikan dana ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Semoga bantuan yang disalurkan membawa keberkahan, meringankan beban para penerima, serta menjadi penyemangat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
Plt. Bupati Sukoharjo bersama BAZNAS Sukoharjo Serahkan Bantuan RTLH kepada Tiga Penerima di Kecamatan Bendosari
Plt. Bupati Sukoharjo bersama BAZNAS Sukoharjo Serahkan Bantuan RTLH kepada Tiga Penerima di Kecamatan Bendosari
Sukoharjo – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Plt. Bupati Sukoharjo, Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., melaksanakan penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada tiga penerima manfaat di Kecamatan Bendosari pada Kamis, 30 Juli 2026. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di rumah masing-masing penerima sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat. Adapun penerima bantuan RTLH tersebut meliputi: Bapak Paimin, warga Cantelan RT 01/03, Mulur, Bendosari, menerima bantuan sebesar Rp20.000.000. Bapak Sabarno, warga Jogopaten RT 03/08, Gentan, Bendosari, menerima bantuan sebesar Rp20.000.000. Bapak Ramto Wiyono, warga Jogopaten RT 02/08, Gentan, Bendosari, menerima bantuan sebesar Rp10.000.000. Program bantuan RTLH merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Sukoharjo untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mewujudkan hunian yang layak, aman, dan nyaman. Melalui penyerahan bantuan secara langsung, Plt. Bupati Sukoharjo bersama BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka beserta keluarga. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Semoga bantuan RTLH ini menjadi keberkahan bagi para penerima serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih sejahtera.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
PELATIHAN ANEKA MINUMAN SEHAT BERBAHAN DASAR LOKAL, BAZNAS SUKOHARJO DUKUNG PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA
PELATIHAN ANEKA MINUMAN SEHAT BERBAHAN DASAR LOKAL, BAZNAS SUKOHARJO DUKUNG PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA
Sukoharjo – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkolaborasi dengan Pokja II Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Aneka Minuman Sehat Berbahan Dasar Lokal yang merupakan bagian dari Program Kerja Pokja II TP PKK Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang mendapatkan pembekalan mengenai pengolahan berbagai jenis minuman sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan kepada seluruh peserta berupa uang saku sebesar Rp100.000 per orang serta bantuan alat cup sealer yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengemasan produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK merupakan salah satu bentuk sinergi dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan keterampilan, pengembangan usaha mikro, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sinergi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN PROGRAM SUKOHARJO MAKMUR KEPADA 65 MUSTAHIK
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN PROGRAM SUKOHARJO MAKMUR KEPADA 65 MUSTAHIK
Sukoharjo – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sukoharjo Makmur kepada para mustahik sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sukoharjo selama dua hari, yaitu pada Selasa, 22 Juli 2026 dan Rabu, 23 Juli 2026, mulai pukul 12.30 WIB. Pada hari pertama, 22 Juli 2026, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan senilai Rp63.800.000 kepada 27 mustahik. Sementara itu, pada hari kedua, 23 Juli 2026, bantuan yang disalurkan mencapai Rp81.800.000 kepada 38 mustahik. Secara keseluruhan, selama dua hari pelaksanaan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo telah menyalurkan bantuan sebesar Rp145.600.000 kepada 65 mustahik. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Sukoharjo Makmur yang bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha produktif, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membantu mustahik agar dapat meningkatkan taraf hidupnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Bapak Drs. H. Sardiyono, M. M, menyampaikan bahwa Program Sukoharjo Makmur merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran. "Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat menjadi penyemangat bagi para mustahik untuk terus berusaha, mengembangkan usahanya, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sehingga para penerima nantinya dapat menjadi pribadi yang mandiri dan, insyaallah, kelak menjadi muzaki." Sementara itu, Wakil Ketua Bidang IV BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, H. Wahyono, S. 2Pd. I, mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan dana yang diterima dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan program. "Gunakan bantuan ini sebagai modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitas. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga serta menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan." Melalui Program Sukoharjo Makmur, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Diharapkan bantuan yang diberikan mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Serahkan Bantuan RTLH Pascakebakaran kepada Tiga Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Serahkan Bantuan RTLH Pascakebakaran kepada Tiga Penerima Manfaat
Sukoharjo, 17 Juli 2026 – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pascakebakaran Rumah kepada tiga penerima manfaat yang berasal dari Kecamatan Weru dan Kecamatan Sukoharjo. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sukoharjo pada Jumat, 17 Juli 2026. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp53.000.000 dan diberikan kepada tiga orang penerima sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terhadap masyarakat yang mengalami musibah kebakaran rumah. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat membantu meringankan beban para penerima manfaat serta mempercepat proses perbaikan dan pemulihan tempat tinggal mereka agar dapat kembali dihuni dengan layak. Dalam kesempatan tersebut, jajaran BAZNAS Kabupaten Sukoharjo juga menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat untuk bangkit setelah mengalami musibah. “Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu meringankan beban para penerima manfaat, mempercepat proses perbaikan rumah yang terdampak kebakaran, serta menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan kepedulian dan harapan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan kepada seluruh penerima manfaat sehingga dapat segera kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.” BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan dan sosial, sebagai wujud pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, profesional, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN UNTUK KELIMA KALINYA, BUKTI TATA KELOLA YANG AKUNTABEL DAN PROFESIONAL
BAZNAS KABUPATEN SUKOHARJO KEMBALI RAIH OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN UNTUK KELIMA KALINYA, BUKTI TATA KELOLA YANG AKUNTABEL DAN PROFESIONAL
Yogyakarta, 7 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo kembali membuktikan komitmennya dalam membangun tata kelola lembaga yang transparan, akuntabel, dan profesional. Atas hasil audit laporan keuangan Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Sugeng Pamudji dan Rekan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi ini sekaligus menjadi capaian kelima kalinya secara berturut-turut yang berhasil dipertahankan oleh BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. Opini Wajar Tanpa Pengecualian merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, didukung sistem administrasi yang tertib, pengendalian internal yang memadai, serta pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses audit yang dilakukan oleh tim auditor KAP tidak hanya menitikberatkan pada pemeriksaan angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga menilai kesesuaian tata kelola kelembagaan, mekanisme penghimpunan dana ZIS, pendistribusian dan pendayagunaan kepada para mustahik, pengelolaan aset, administrasi perkantoran, hingga kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang mengatur pengelolaan zakat. Seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut dilaksanakan secara independen dan profesional sesuai dengan standar audit yang berlaku. Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lima kali berturut-turut merupakan hasil dari kerja keras seluruh unsur pimpinan, pelaksana, serta dukungan para Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini memberikan kepercayaan kepada BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. Capaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang berupa pembenahan sistem administrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan internal, serta komitmen menjaga integritas dalam setiap proses pengelolaan dana umat. Penyerahan sertifikat hasil audit dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Sugeng Pamudji dan Rekan yang beralamat di Jl. Kranji No. 90, Serang Baru, Mudal, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581. Momen tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi bersama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat. Ketua dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menegaskan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan amanah yang harus dijaga. Kepercayaan masyarakat yang diwujudkan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah menuntut pengelolaan yang semakin profesional, efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat. Dengan kembali diraihnya opini WTP untuk kelima kalinya, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang menjunjung tinggi prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Prestasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, sehingga potensi zakat di Kabupaten Sukoharjo dapat terus dioptimalkan dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan capaian ini, tetapi juga terus melakukan inovasi dalam pelayanan, memperkuat sistem tata kelola berbasis teknologi informasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta memastikan setiap rupiah dana yang dititipkan masyarakat dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
Khitan Massal BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, 283 Anak Ikuti Program Sukoharjo Sehat
Khitan Massal BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, 283 Anak Ikuti Program Sukoharjo Sehat
Sukoharjo – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kembali menyelenggarakan Khitan Massal Tahun 2026 sebagai bagian dari Program Sukoharjo Sehat. Kegiatan yang digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) pada Sabtu, 27 Juni 2026, diikuti oleh 283 anak dari keluarga kurang mampu dan dilaksanakan bertepatan dengan masa libur sekolah. Program khitan massal ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi anak. Seluruh peserta memperoleh pelayanan khitan yang ditangani oleh tenaga medis profesional dengan fasilitas lengkap, mulai dari obat-obatan, kontrol pasca khitan secara gratis, baju koko, sarung, peci, celana dalam khusus khitan, tas dan alat tulis, snack, makan, serta uang saku sebesar Rp200.000. Acara dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Sardiyono, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta para peserta bersama orang tua maupun pendamping. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyempatkan diri berinteraksi dengan para peserta. Beliau memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak agar tidak takut menjalani proses khitan karena merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kebersihan diri. "Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar saat masa libur sekolah. Sasarannya anak-anak terutama dari kalangan masyarakat tidak mampu," ujar Bupati Etik Suryani. Menurut Bupati Etik, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus diwujudkan melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan khitan massal sebagai bagian dari Program Sukoharjo Sehat. Beliau juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, serta masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. "Hampir setiap bulan, kami bersama BAZNAS Sukoharjo selalu memberikan bantuan dengan target sasaran masyarakat kurang mampu," tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menjelaskan bahwa khitan massal merupakan salah satu program unggulan BAZNAS di bidang kesehatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. "Jumlah peserta khitanan massal tahun ini sebanyak 283 anak. Masing-masing peserta mendapatkan baju koko, sarung, peci, celana dalam khitan, tas dan alat tulis, obat, kontrol gratis, snack, makan, serta uang saku sebesar Rp200.000. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan saat masa libur sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar anak-anak," jelas Sardiyono. Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan didukung oleh puluhan tenaga medis dari puskesmas dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sukoharjo. Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dana zakat yang dikelola BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap dapat terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, meringankan beban masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran.
BERITA27/06/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO BERSAMA PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO SALURKAN SANTUNAN KEPADA 350 ANAK YATIM
BAZNAS SUKOHARJO BERSAMA PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO SALURKAN SANTUNAN KEPADA 350 ANAK YATIM
Sukoharjo, 26 Juni 2026 – BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyalurkan santunan kepada 350 anak yatim dalam kegiatan yang diselenggarakan di Bamboo GK Resto Sukoharjo, Jumat (26/6/2026). Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp87.500.000. Santunan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam memberikan dukungan kepada anak-anak yatim agar dapat merasakan perhatian, kasih sayang, serta semangat untuk terus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Melalui program santunan ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima manfaat sekaligus meringankan beban keluarga yang mengasuh mereka. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, para muzaki, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Semoga setiap amanah yang telah ditunaikan menjadi keberkahan bagi para pemberi dan memberikan manfaat yang luas bagi para penerima. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan pelayanan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sehingga zakat dapat menjadi instrumen dalam mewujudkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial di Kabupaten Sukoharjo.
BERITA26/06/2026 | Humas BAZNAS Sukoharjo
DAPUR KEMANUSIAAN DI TENGAH GENANGAN : GERAK CEPAT BAZNAS TANGGAP BENCANA SUKOHARJO
DAPUR KEMANUSIAAN DI TENGAH GENANGAN : GERAK CEPAT BAZNAS TANGGAP BENCANA SUKOHARJO
Penanganan dampak banjir di wilayah Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak. BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo mengambil langkah konkret dengan mendirikan dapur umum di halaman Kantor Kecamatan Grogol sebagai pusat layanan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Sebelumnya, pada pagi hari, distribusi bantuan telah dilakukan oleh Bupati bersama BAZNAS Kabupaten Sukoharjo sebagai bagian dari respons awal. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan pada siang hari oleh BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo melalui penguatan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Grogol, BPBD Kabupaten Sukoharjo, serta Kodim Sukoharjo. Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faizal Sifyan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara cepat dan merata, sekaligus memperkuat sinergi antar unsur di lapangan. Pada siang hari, jumlah warga terdampak yang terdata mencapai sekitar 5.000 orang di berbagai wilayah terdampak. Memasuki malam hari, seiring dengan kondisi banjir yang mulai berangsur surut, dapur umum tetap beroperasi dengan menyiapkan sekitar 2.000 porsi makanan siap saji yang didistribusikan kepada pengungsi maupun warga terdampak di berbagai titik. Layanan tersebut menjangkau kebutuhan masyarakat di sejumlah desa, antara lain Desa Sanggrahan, Desa Cemani, Desa Manang, Desa Madegondo, dan Desa Kadokan, serta wilayah terdampak lainnya. Selain penyediaan makanan siap saji, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo juga menyalurkan bantuan sembako ceria, susu untuk anak-anak, pampers bagi balita, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya koordinasi, kesiapsiagaan, dan kepedulian bersama dalam penanganan bencana. Kehadiran berbagai unsur, baik pemerintah maupun relawan, menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Diharapkan, dengan sinergi yang terus terjaga serta dukungan dari berbagai pihak, kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih, dan upaya penanganan bencana ke depan semakin responsif, terarah, serta berorientasi pada kebutuhan kemanusiaan.
BERITA15/04/2026 | Humas Baznas Sukoharjo
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Enam Kecamatan
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Enam Kecamatan
SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan penyaluran bantuan ini dilaksanakan bersama Bupati Sukoharjo, Ibu Hj. Etik Suryani, SE, MM, dan menyasar enam kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Penyaluran bantuan RTLH tersebut dilakukan di Kecamatan Bendosari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Grogol, Kecamatan Nguter, Kecamatan Sukoharjo, dan Kecamatan Tawangsari. Total bantuan yang disalurkan pada program ini mencapai Rp334.000.000. Adapun jumlah mustahik penerima bantuan RTLH di masing-masing kecamatan adalah sebagai berikut: Kecamatan Bendosari sebanyak 11 mustahik, Kecamatan Bulu 1 mustahik, Kecamatan Grogol 1 mustahik, Kecamatan Nguter 3 mustahik, Kecamatan Sukoharjo 10 mustahik, dan Kecamatan Tawangsari 1 mustahik. Bupati Kabupaten Sukoharjo, Ibu Hj. Etik Suryani, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sukoharjo atas komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program perbaikan rumah tidak layak huni. Beliau berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi para penerima manfaat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Drs. H. Sardiyono, MM, menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa dukungan para muzaki menjadi kekuatan utama BAZNAS dalam menjalankan program-program pemberdayaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program RTLH ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap dapat terus bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hunian yang layak bagi para mustahik.
BERITA28/01/2026 | Humas Baznas Sukoharjo
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Pemkab Sukoharjo Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp564 Juta
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Pemkab Sukoharjo Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp564 Juta
SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan sosial kepada para mustahik pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja, Kabupaten Sukoharjo. Total bantuan yang disalurkan pada kesempatan ini mencapai Rp564.868.000. Bantuan tersebut merupakan hasil pengelolaan dana zakat dan infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dari para muzaki. Penyaluran bantuan sosial ini mencakup empat program unggulan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, yaitu Program Sukoharjo Cerdas yang diberikan kepada 13 mustahik, Program Sukoharjo Peduli untuk 19 mustahik, Program Sukoharjo Sehat yang menyasar 41 penerima manfaat, serta Program Sukoharjo Makmur yang diberikan kepada 58 mustahik. Bupati Kabupaten Sukoharjo, Ibu Hj. Etik Suryani, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sukoharjo atas peran aktifnya dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beliau berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Drs. H. Sardiyono, MM, mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, diharapkan program-program bantuan sosial ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo.
BERITA23/01/2026 | Humas Baznas Sukoharjo
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sukoharjo.

Lihat Daftar Rekening →