WhatsApp Icon
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH Rp204 JUTA di KECAMATAN MOJOLABAN dan POLOKARTO

Sukoharjo, 7 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kembali menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilaksanakan di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Di Kecamatan Mojolaban, bantuan RTLH disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di dua desa, yaitu Desa Gadingan dan Desa Klumprit. Total bantuan yang disalurkan untuk program RTLH di wilayah tersebut mencapai Rp104 juta.

Sementara itu, penyaluran bantuan di Kecamatan Polokarto dilaksanakan di Desa Ngombakan dan Desa Bugel, dengan total bantuan yang disalurkan sebesar Rp100 juta.

Dengan demikian, total bantuan program RTLH yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto pada kesempatan tersebut mencapai Rp204 juta.

Penyerahan bantuan dilaksanakan secara langsung di lokasi rumah masing-masing penerima manfaat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar menjadi lebih layak, aman, dan nyaman.

Program RTLH menjadi salah satu bentuk pendistribusian dan pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sukoharjo. Melalui program tersebut, dana ZIS yang ditunaikan oleh para muzaki disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan.

Penyaluran bantuan di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto juga menjadi bagian dari upaya bersama antara BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menghadirkan manfaat ZIS secara langsung di tengah masyarakat.

Bantuan RTLH diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat dalam memperbaiki kondisi rumah sekaligus memberikan dukungan agar masyarakat dapat memiliki hunian yang lebih layak. Selain berdampak pada kondisi tempat tinggal, program ini diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS. Partisipasi para muzaki menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo serta dukungan para muzaki, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran ZIS agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Sukoharjo.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO BUKA JALAN KEMANDIRIAN melalui PELATIHAN SATPAM GADA PRATAMA

SUKOHARJO — BAZNAS Kabupaten Sukoharjo kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi. Kali ini, program diwujudkan melalui Pelatihan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama yang bekerja sama dengan BUJP PT Surya Artha Wiguna.

Pelatihan resmi dibuka pada 1 September 2026 dan akan berlangsung selama 10 hari, hingga 10 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, dengan diikuti sebanyak 80 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dari proses pendaftaran, tercatat sebanyak 93 calon peserta mendaftarkan diri. Setelah melalui tahapan seleksi dan verifikasi berdasarkan persyaratan serta kriteria yang telah ditetapkan, sebanyak 80 peserta dinyatakan memenuhi ketentuan untuk mengikuti pelatihan.

Proses seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kesiapan serta memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dalam profesi satuan pengamanan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi juga menekankan aspek kualitas, kedisiplinan, kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Program Pelatihan Satpam Gada Pratama ini mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp264.000.000, dengan biaya pelatihan sebesar Rp3.300.000 untuk setiap peserta.

Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan zakat untuk program pemberdayaan yang memiliki dampak jangka panjang. Melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi, para peserta diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

Di hadapan Plt. Bupati Sukoharjo, program ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Pelatihan Gada Pratama diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk memperoleh kompetensi profesional sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di bidang satuan pengamanan.

Komitmen program ini tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Para alumni akan mendapatkan pendampingan dan bantuan dalam upaya penyaluran kerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga satuan pengamanan di wilayah Jakarta, Solo Raya, dan sekitarnya.

Dengan skema tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan dan sertifikat, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap kesempatan kerja yang nyata.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, hal tersebut merupakan bagian penting dari konsep pemberdayaan melalui zakat. Zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membuka jalan menuju kemandirian.

Mustahik didorong untuk tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima bantuan. Melalui program pemberdayaan, mereka diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Pelatihan Satpam Gada Pratama menjadi salah satu contoh bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Bantuan yang diberikan diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dari 93 orang yang mendaftar, sebanyak 80 peserta akhirnya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan. Mereka kini tidak hanya membawa harapan untuk mendapatkan kompetensi dan sertifikasi, tetapi juga harapan untuk memperoleh pekerjaan serta masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya, keberhasilan program zakat bukan hanya diukur dari berapa besar dana yang telah disalurkan, tetapi juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil diberdayakan dan berapa banyak masyarakat yang mampu tumbuh menuju kemandirian.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Dari Zakat Menuju Kemandirian, Dari Pelatihan Menuju Kesempatan.

01/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
ZAKAT dan INFAK MENGALIR MENJADI AIR, MENJADI HARAPAN bagi MASYARAKAT TERDAMPAK KEKERINGAN

SUKOHARJO, Senin, 24 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan kembali diwujudkan secara nyata melalui penyaluran bantuan air bersih di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo. BAZNAS Kabupaten Sukoharjo melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersinergi dengan BPBD Kabupaten Sukoharjo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter sekaligus dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru.

Musim kemarau yang berlangsung menyebabkan debit air pada sumur-sumur warga menurun, bahkan di sejumlah lokasi mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada kegiatan kali ini terdapat lima titik penanganan, terdiri atas empat titik penyerahan bantuan toren air dan satu titik peninjauan pembangunan sumur bor.

Titik pertama berada di Tunggul RT 01 RW 09, Desa/Kecamatan Weru, berupa penyerahan bantuan tandon atau toren air berkapasitas 5.500 liter.

Sementara itu, tiga titik lainnya berada di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, yaitu:

  • Kepuh Pencil RT 03 RW 04, bantuan toren air 5.500 liter;
  • Kepuh RT 01 RW 03, bantuan toren air 5.500 liter;
  • Sumberagung RT 03 RW 01, bantuan toren air 5.500 liter.

Adapun di Sumberagung RT 02 RW 01, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, dilakukan peninjauan lokasi pembangunan sumur bor. Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Program penanganan kekeringan ini diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 1.500 mustahik dan penerima manfaat.

Bagi masyarakat yang sumurnya mulai mengering, keberadaan toren berkapasitas besar menjadi sarana penting untuk menjaga ketersediaan air bersih. Sementara pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, termasuk Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Sukoharjo Sofwan Faizal Sifyan, serta camat, kepala desa, dan masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dampak kekeringan. BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo bersama BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat berupaya memastikan penanganan kekeringan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mengarah pada solusi yang berkelanjutan.

Komandan BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faizal Sifyan, menyampaikan apresiasi kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Sukoharjo.

“Terima kasih kepada para Muzakki dan Munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Hari ini amanah itu hadir menjadi air yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Toren ini untuk menjawab kebutuhan hari ini, sementara sumur bor kita ikhtiarkan untuk menjawab kebutuhan hari esok. Semoga bantuan ini meringankan beban warga dan menjadi manfaat yang terus mengalir.”

Penyaluran bantuan air bersih ini menunjukkan bahwa zakat dan infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi diwujudkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepercayaan para Muzakki dan Munfik menjadi kekuatan dalam menghadirkan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kondisi kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menyangkut kesehatan, keberlangsungan aktivitas, dan kehidupan masyarakat.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya mengelola dan menyalurkan zakat serta infak agar memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari Muzakki dan Munfik, amanah mengalir.
Dari BAZNAS, manfaat disalurkan.
Dari sinergi, solusi diwujudkan.
Dan di tengah kekeringan, air menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih terus mengalir.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Zakat dan Infak, Nyata Manfaatnya bagi Masyarakat.

24/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN BANTUAN RTLH PASCAKEBARAKAN di KECAMATAN KARTASURA

Sukoharjo, 18 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan untuk pemulihan rumah tidak layak huni (RTLH) pascakebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Kartasura.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua warga terdampak, yaitu Bapak Sutiman dan Bapak Sartono, yang beralamat di Gunung RT 01 RW 12, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp40.000.000.

Pentasyarufan bantuan dilakukan oleh Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama Camat Kartasura, didampingi aparat pemerintahan serta tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penerima sekaligus membantu proses perbaikan dan pemulihan tempat tinggal setelah musibah kebakaran.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sukoharjo bersama pemerintah dan masyarakat dalam membantu warga yang mengalami musibah. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, aparat, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui bantuan ini, Bapak Sutiman dan Bapak Sartono diharapkan dapat segera memperbaiki kembali tempat tinggal mereka sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman pascakebakaran.

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo
BAZNAS SUKOHARJO SALURKAN Rp433,3 Juta kepada 200 MUSTAHIK MELALUI EMPAT PROGRAM

SUKOHARJO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo menyalurkan zakat dan bantuan kepada 200 mustahik dari seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten Sukoharjo, Rabu (12/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, para camat, pimpinan OPD terkait, serta para penerima manfaat.

Penyaluran ini merupakan wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzaki dan munfiq dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mustahik, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi.

Berdasarkan rekap penyaluran BAZNAS Kabupaten Sukoharjo tanggal 12 Agustus 2026, total dana yang disalurkan mencapai Rp433.300.000 kepada 200 mustahik melalui empat program utama.

Rinciannya sebagai berikut:

Program Jumlah Mustahik Nominal

Sukoharjo Cerdas 17 orang Rp46.700.000

Sukoharjo Peduli 15 orang Rp38.500.000

Sukoharjo Sehat 17 orang Rp39.500.000

Sukoharjo Makmur 151 orang Rp308.600.000

Total 200 orang Rp433.300.000

Program Sukoharjo Makmur menjadi program dengan jumlah penerima dan nilai penyaluran terbesar, yakni 151 mustahik dengan total Rp308,6 juta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi dan mendorong kemandirian mustahik.

Sementara itu, program Sukoharjo Cerdas diarahkan untuk membantu kebutuhan di bidang pendidikan, Sukoharjo Sehat untuk mendukung kebutuhan kesehatan, sedangkan Sukoharjo Peduli diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam kondisi sosial tertentu.

Melalui empat program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima.

Penyaluran zakat kepada 200 mustahik menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian dan ketahanan sosial masyarakat. Ketika dikelola secara profesional, zakat dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang memiliki hak untuk menerima.

Bagi mustahik, bantuan yang diterima dapat memiliki arti yang berbeda-beda. Dukungan pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah, bantuan kesehatan dapat meringankan beban pengobatan, bantuan sosial dapat memenuhi kebutuhan dasar, sementara bantuan pemberdayaan ekonomi dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus mendorong agar pengelolaan zakat tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan sehingga mustahik memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas kehidupannya.

Harapan jangka panjangnya adalah semakin banyak mustahik yang mampu keluar dari kondisi keterbatasan dan pada akhirnya dapat menjadi muzaki.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk dikelola melalui BAZNAS.

Kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Dana yang dihimpun secara bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola secara terencana, transparan, dan tepat sasaran.

Dukungan dari masyarakat, khususnya para ASN dan warga Muslim Kabupaten Sukoharjo, turut memperkuat peran zakat sebagai salah satu instrumen sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran jajaran BAZNAS, para camat, serta pimpinan OPD terkait dalam kegiatan penyaluran juga mencerminkan pentingnya sinergi dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

BAZNAS menjalankan amanah untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada mustahik. Di sisi lain, sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, manfaat zakat diharapkan dapat semakin luas dan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Penyaluran Rp433,3 juta kepada 200 mustahik menjadi pengingat bahwa setiap dana zakat yang dititipkan masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo berkomitmen menjaga proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, ketepatan sasaran, serta kebermanfaatan.

Lebih dari sekadar angka dalam laporan penyaluran, setiap dana yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata: membantu pendidikan, meringankan beban kesehatan, memenuhi kebutuhan sosial, sekaligus membuka peluang bagi mustahik untuk menjadi lebih mandiri.

Melalui zakat yang dikelola dengan baik, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo terus berupaya menghadirkan manfaat dari muzaki untuk mustahik, dari kepedulian menjadi keberdayaan, dan dari zakat untuk mewujudkan Sukoharjo yang semakin cerdas, peduli, sehat, dan makmur.

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo — Menunaikan Amanah, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.

12/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sukoharjo

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Bupati Kembali Menyalurkan Bantuan Kepada 48 Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Bersama Bupati Kembali Menyalurkan Bantuan Kepada 48 Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo bersama Bupati pada hari Jumat, 15 September 2023 kembali menyalurkan bantuan Program Sukoharjo Peduli, Sukoharjo Makmur dan Sukoharjo Cerdas. Bantuan yang disalurkan berupa modal usaha, biaya Pendidikan,biaya hidup, biaya pengobatan dan alat Kesehatan. Acara yang diselenggarakan di Ruang Lobi Kantor Bupati Sukoharjo tersebut dihadiri oleh 48 orang penerima manfaat dengan total bantuan senilai Rp 122.855.000,-. Nantinya diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan beban dan memperbaiki perekonomian para mustahik. Pentasharufan yang dilakukan oleh Baznas Sukoharjo tidak lepas dari peran Muzaki dari Kabupaten Sukoharjo sehingga bisa terwujud acara tersebut. Semoga dengan adanya program-program bantuan dari baznas sukoharjo dan peran dari muzaki Kabupaten Sukoharjo dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan meringankan beban mustahik. Sebagai penutup, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo mempunyai misi agar kedepannya untuk bantuan usaha dapat dipergunakan sebaik – baiknya dan semaksimal mungkin sehingga mustahik tersebut menjadi muzaki dan ikut serta membantu Masyarakat khususnya Masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang kurang mampu.
BERITA15/09/2023 | Humas Baznas Sukoharjo
Atasi Kekeringan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan BPBD Salurkan 4000 Liter Air Bersih di Tiga Kecamatan
Atasi Kekeringan, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo dan BPBD Salurkan 4000 Liter Air Bersih di Tiga Kecamatan
Kurangnya air bersih dampak dari musim kemarau kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukoharjo dan BPBD mendistribusikan lebih dari 4000 liter air bersih untuk warga di Kecamatan Tawangsari, Weru, dan Bulu pada Rabu (06/09/2023).Pendistribusian seratus tangki air bersih dilakukan di Tawangsari pada Dusun Wungurejo, Desa Pundungrejo. Untuk Dusun Wungurejo terdiri dari dua titik di satu RT yakni pada RT 1 RW 5. Penerima manfaat pada satu RT terdiri dari 60 KK dari 209 jiwa. Penyaluran seratus air bersih diterima langsung oleh Bapak Sugeng Rahmat selaku ketua RT, Bapak Marjono selaku ketua RW dan Bapak Supandi selaku Lurah di wilayah tersebut."Selama musim kemarau panjang ini, kita sudah dapat 11 tangki dari Pasopati, SMA Bulu, Jaga Tinta, BPBD, Kapolres, dan hari ini dari BAZNAS," ujar Sugeng."Jumlah sumur di sini ada 10 buah. Saat kondisi musim kemarau panjang seperti ini, sumur tidak ada airnya. Hanya musim penghujan saja, sumur terisi," kata Marjono.Apalagi, banyak warga yang memerlukan air bersih tak hanya untuk kebersihan saja, namun juga untuk kehidupan sehari-hari juga. "Masyarakat kalau mandi ke kali (sungai) dengan jarak 1,5 km dari rumah penduduk dan minum dari kiriman tangki," imbuh Supandi. Pendistribusian 4000 Liter air bersih ini bertujuan untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo bagian selatan dalam beberapa waktu terakhir. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, mengatakan BAZNAS menaruh perhatian kepada bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo akibat musim kemarau berkepanjangan ini.
BERITA06/09/2023 | Humas Baznas Kab. Sukoharjo
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sukoharjo.

Lihat Daftar Rekening →